Di tulis Oleh : Shantiwangi.com

saraswatiTahukah anda bahwasanya 50% dari kundalini (nadi) sudah hadir di sperma pria dewasa dan 50% lainnya dari ovary ibu, gabungan keduanya kemudian menjadi Kundalini-Shakti (Shiwa-Shakti), dan membentuk janin awal dari rahim ibu, jadi tidak ada guru yang dapat membangunkannya lagi, tetapi kesiapan spiritual dan biologi andalah yang menentukannya, yang terutama adalah jalan karma dan reinkarnasi anda, guru yang spiritual yang handal dan matang akan segera membantu proses percepatannya tetapi bukan dengan menjual jasa “pembukaan kundalini” tetapi sebagai suatu kewajiban tanpa pamrih kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apakah yang akan terjadi setelah kundalini ini “bangkit”?
Yang terjadi adalah sebagai berikut ini :

  1. Anda akan banyak terhindar dari berbagai penyakit dan juga kalau terkena akan dapat melawannya kecuali kematian.
  2. Anda akan di arahkan secara spiritual tetapi juga akan diganjal dengan berbagai siddhis (kesaktian, pamrih, dan jalan-jalan sesat) secara skala maupun niskala.
  3. Secara prana, fisik, spiritual,mental, lahir dan bathin anda akan maju pesat, sayang kalau melenceng arahnya, bisa-bisa ke jalan sifat-sifat Rahwana.
  4. Ada juga yang langsung berubah jalan spiritual dan hidupnya secara drastis.
Ada juga yang tenaganya bertambah dashyat, ada yang medadak menjadi jenius seperti Einstein atau bijak seperti Buddha dan berani mati ibarat Mahatma Gandhi, jadi bukan seperti angan-angan kosong.

Kundalini hadir di dalam diri kita sendiri. Asal kata kundalini dari kata Kundal (energi sakti), bisa juga berarti dua buah pelir pria (testikel). Kata Kundal jadi Kuntal lalu jadi “Kontol” dlm bahasa Jakarta sebenarnya bukan kata-kata kotor tapi “terselewengkan” maknanya jadi kotor padahal suci harusnya. Bangkitnya kundalini berarti anda balik ke “Nara” (sumber) kehidupan, maksudnya hidup secara spiritual ditata ulang lagi dari sumbernya.
Lalu Kundalini itu apa?
Kundalini adalah sebuah bentuk energi yang ada di alam sakti ini, dari “tahap tidur” ia merubah menjadi suatu kekuatan alam murni kembali (=sakti, pengetahuan yang alami dan super), ia hadir di Muladhara Chakra (titik diantara penis dan rectum anus di pria, di wanita juga begitu, tetapi kata sebagian resi, di wanita letaknya di pusar wanita, penulis beramsusi pada wanita muladhara chakra mempunyai radius yang luas dari titik di bawah vagina sampai dengan diatas pusar, itulah sebabnya wanita dapat melahirkan melalui vagina tapi plasenta bayi terhubungkan dari pusar ibu, ke pusar bayi di dalam masa-masa di rahimnya. 

Dalam bahasa Baratnya, Kundalini disebut sebagai Bioelectricity atau Magnetism, ada juga yang menyebutnya sebagai “Essence of life” (intisari kehidupan!) Di dunia medis dan Ayur Weda disebut “motoric system”, dan chakra-chakra disebut motoric – system yang menyalurkan tenaga utama dari muladhara ke chakra-chakra lain persis seperti pembangkit listrik utama (PLTA) yang menyalurkan listrik ke gardu-gardu utama dan diteruskan selanjutnya. Demikian juga raga ini berfungsi sebagai wahana penyaluran energi secara estafet di dalam tubuh ini.
Namun diperlukan Sat-Guru (Guru yang suci non-pamrih) tuk menyentuhnya agar bangkit setelah itu baru tercapai “mata ketiga Shiwa” yang penuh shanty dan tidak takut mati.

Kundalini sering disebut ular, karena energinya yang naik meliuk-liuk dan secepat ular. Kalau kecepatan cahaya diperkirakan 186.000 mil perdetik, maka Kundalini berkecepatan 350.000 mil per detik kata para ahli-ahli yang mempelajarinya dari mulai Muladhara sampai dengan Sahasrara chakra melalui rentetan (Muladhara – Swadhistan – Manipura – Anahata – Vishuda – Agya ) lalu bersatu dengan Sahasrara Chakra di Mastaka (kepala), berbagai sebutan-sebutan Baratnya adalah “Cosmic electricity” “Vegas Nerve” atau “Nerve Force”. Energi ini hadir tapi tidak dilihat baik dengan alat medis atau secara mata duniawi ini namun dapat dirasakan oleh yang bersangkutan, bahkan terlihat sinarnya oleh yang beruntung dapat membangkitkannya dalam dirinya

Sewaktu kundalini hadir di Muladhara ia disebut energy Adhya, di Manipura ia disebut Madhya dan di Sahasrara disebut energy Urdhva. Menurut ajaran Tantra, hadir 72 nadis (syaraf-syaraf), yang utama disebut Ida, Pinggala dan Shushma, yang mengendalikan semua nadis-nadis lainnya di raga ini.

Konon kata para resi, yang harus dibangkitkan dulu adalah Agya chakra sebelum Muladhara, karena ketiga nadis utama di atas hadir semuanya di Agya chakra. Dan tanpa mengaktifkan Sushma Nadi, kita tidak dapat membangunkan Kundalini atau kita jadi gila, itulah sebabnya pembangkitan Kundalini dapat berakhir gila, jadi jangan coba-coba sendiri atau guru yang asal-asalan apalagi yang suka jual-beli Kundalini, pada saatnya seorang yang handal akan mendapatkannya sendiri melalui sentuhan-sentuhan spiritual, guru, alam, dan Yang Maha Esa.

Muladhara pantang disentuh karena di dalamnya hadir jalan pikiran yang beroposisi, nafsu-nafsu kesukaan, aspirasi-aspirasi dsb yang sebenarnya “tertidur” dengan damai, kalau dipaksa buka, bisa-bisa fatal secara mental dan seksual, itulah sebabnya banyak orang sakti yang gila dan arogan, sex maniak dan berperilaku diktator, dan jahat, karena sumber-sumber asuranya ikut terbuka.
Dalam bahasa Tantranya ada disebut bahwa tanpa Shiwa, maka Shakti (Durga) itu sia-sia atau kebablasan, dan tanpa Shakti maka Shiwa itu ibarat mayat mati (baca Kisah-kisah Durga dan Kali)

Di Rig Weda, Hatha-Yoga, Tantra-Yoga, Ayur Veda dan sebagainya dikatakan bahwasanya raga kita memuat 7 chakra-chakra utama, setiap chakra berputar-putar pada porosnya dan menghasilkan energi-energi dengan frekwensi-frekwensi yang berbeda. Kalau salah satu chakra terganggu frekwensi-frekwensinya dan kurang aktif maka kita akan jatuh sakit secara mudah.

Chakra-chakra dapat terganggu frekwensinya kalau kita melakukan diet makan yang salah, kurang tidur, strees, kekhwatiran yang berlebih-lebihan, keracunan dan sebagainya. Jadi chakra-chakrapun perlu korelasi perawatan dan pengobatan agar pulih, itulah sebabnya meditasi, puasa, vegetarian adalah jalan keluar yang menyehatkan agar selalu segar bugar ini di dalam dan diluarnya. Sewaktu Muladhara dapat menyatu dengan baik maka disebut Kundalini telah mulai bangkit.

Kundalini disebut juga sebagai energi Ibu, dan manusia disebut Dwijati (Dwi Jati) yang berarti dua kali lahir yang pertama dari rahim ibu bundanya dan yang kedua dari energy Kundalini yang terbangkitkan.  (Kesadaran Spiritual). Sewaktu Shakti bergabung dengan Shiwa, Sang Sandhaka (pemuja) mendapatkan anugrah dari Sang Kalyankari (Shiwa) yang berarti anugrah dalam bentuk unsur-unsur kebaikan.

Iapun tersadarkan kasihNya, bagi setiap mahluk dan ia pun mengasihinya secara sama rata. Iapun dapat mengendalikan hal-hal dan unsur-unsur di sekitarnya, tetapi hati-hatilah dengan kesadaran karena ia mudah melenceng. Kesaktian dan pengetahuan itu diluar nalar manusya rata-rata.

Melalui berbagai cara Kundalini juga dapat dibangunkan, seperti Sidha Yoga, Meditasi, Yoga, Pranayama, pernafasan yang teratur, dan sebagainya. Tetapi tetap guru penuntun amat diperlukan agar tidak meleset dari sasaran yang dituju, karena Sang Sasaran itu tidak terlihat oleh mata dunia ini, padahal dekat sekali di hati (guhayam).  Setiap chakra terhubung dengan unsur-unsur tubuh kita, dengan Atman dan dewa-dewi yang menjajanya. (lihat box). 
Meditasi  
Sebaiknya bermeditasi dengan berpedoman ke Bhagawat-Gita, bab VI (enam) karena itu jalan meditasi yang terbaik dan termudah. Untuk memulainya kita harus melakukannya 2 kali saja pagi (antara 4 subuh sampai dengan 9 pagi) dan malam antara pukul 19-00 (setelah lewat Sandyakala) sampai dengan 24.00, agar masing-masing belahan otak ( hypothalasmus) mendapatkan energy Surya dan Chandra masing-masing ini vital! Jangan ditambah atau dikurangi/kali atau berkali-kali sehari, akibatnya tidak balans untuk otak dan mental anda. 
Sewaktu duduk bersila posisi padmasana adalah yang terbaik (lihat gambar). Tulang punggung harus tegak lurus ke atas, tidak dalam keadaan mabuk, mengantuk atau kekenyangan, dua jam sebelum atau sesudah makan barulah baik tuk bermeditasi, tapi saya tetap menganjurkan guru yang baik, karena keterangan-keterangan tertulis amat mungkin di salah tafsirkan.
Itulah sebabnya di tulisan ini saya sengaja menghindari soal warna-warni chakra tetapi anda dapat melihatnya di box, sekali lagi tuk membangkitkan cakra-cakra dan kundalini, banyak guru dan banyak buku, tetapi anjuran saya, siapkan mental baru belajar dengan siapa saja atau melalui media apa saja, lupakan dulu tentang visualisasi warna-warni chakra dan Kundalini, itu bukan tujuan, jangan main imajinasi, bahkan  Sri Krishna sendiri tidak mau mengungkapkannya kepada Arjuna di Bhagawat-Gita, namun apapun yang anda lihat dan rasakan harus cek ulang kepada kaum bijak yang telah berpengalaman dalam hal ini, slow-slow saja, Kundalini tidak akan lari, pada saatnya, pada titik akumulasi karma dan reinkarnasinya ia akan siap hadir dalam kehidupan anda, kuncinya jadilah vegetarian, orang sabar, nrimo, pengasih dan penyayang kepada setiap mahluk. Om Shanti-Shanti-Shanti Om

Om Tat Sat


Namun ada juga teori yang menarik, yaitu Sang Dharma akan kembali dengan memakai “ jubah yang baru”. Jubah berarti pakaian ,dan karena kata Jubah berasal dari Timur- Tengah maka teman-teman saya yang beragama Islam sering mendiskusikannya sebagai faham-faham Islam baru yang plural dan sekular sesuai Al-Quran Al-Karim yang dimuliakan itu. Tanda-tanda kehadirannya memang jelas dengan munculnya tokoh-tokoh Islam seperti Gus Dur,Cak Nur(almarhum),Ulil Abdullah,dst dst. Namun ada juga yang berkilah kunci spiritual itu ada pada reinkarnasi Nabi Isa,dan konon banyak juga yang ditangkap aparat karena mengaku-ngaku titisan Nabi Isa bahkan malaikat Jibrail(Jibril,Gibrael),dsb. Kebenarannya hanya YME sendiri yang tahu.

Sewaktu saya berpaling ke umat Hindu dan Buddha untuk mencari konfirmasi akan hadirnya Sang Dharma,maka jawaban-jawaban yang saya dapatkan rata-rata sama saja yaitu tanda-tanda alam yang makin hari makin menggila di Indonesia maupun secara global. Namun saya lebih tertarik mempelajari fenomena-fenomena”jubah baru tersebut.” dari sudut pandang saya sendiri. Mungkinkah “jubah” tersebut adalah suatu kebiasaan atau ilmu (ajaran) yang baru yang masuk kembali ke Indonesia tanpa banyak registensi dan tidak disebut sesat. Kalau betul, fenomena apakah itu?

Saya ingin mengajukan fenomena yang disebut yoga (hatha yoga dan meditasi) yang makin hari semakin menyebar dengan luas di negara kita ini, Perhatikan tiada hari di Indonesia ini tanpa berita-berita akan praktek-praktek,ajaran-ajaran dan berbagai manfaat yoga ini di berbagai mass media seperti majalah,koran,radio dan TV. Bentuk bentuk yoga ini selain yang berasal dari India,maka hadir juga yang dari daratan China seperti Tai-Chi,dari Jepang plus prana dari Filipina,(Reiki),dsb. Di/mana-mana kursus- kursus yoga menjamur bahkan telah menjadi konsumsi elit di hotel-hotel mewah bagi kaum yang punya dan para selebriti. Yang lebih menarik lagi,hadir juga yoga Islam dan yoga Kristen,dsb. Fenomena ini merupakan bentuk pengakuan akan yoga asal Hindu tetapi dikemas dengan agama masing-masing agar umatnya tidak pindah ke agama Hindu-Buddha (Dharma) karena manfaat yoga dan meditasi yang bahkan sudah diakui oleh para dokter dan ilmuwan ini, saya pribadi pernah mengajar yoga dan meditasi kepada beberapa dokter asing dan lokal sampai kini, bahkan ajaran-ajaran yoga kami yang disebut Shanti Hatha Yoga ini sudah dipraktekkan di Indonesia,Australia,Jerman dan USA dengan berhasil secara medis maupun secara filosofis dan psikologis. Pasti rekan-rekan guru yoga lainnya pun punya pengalaman-pengalaman yang sama ini!

Mungkin tafsiran saya bahwa Sang Dharma yang telah kembali ke Nusantara dengan menyamar memakai jubah yoga ini salah!. Kalau demikian sudi beri saya masukan-masukan yang benar dan lebih terarah,namun kalau ada kebenarannya maka marilah kita cermati dan pelajari fenomena yang satu ini yang sedang berlangsung secara alamiah dan sistematis. Pada saat yang sama tampaknya Adharma pun ikut “menyelonong” masuk dalam bentuk-bentuk guru-guru yoga palsu,teknik-teknik yoga dan meditasi yang diikuti unsur-unsur materi dan cabul,asal jadi,dsb.

Selain hal-hal tersebut diatas kita melihat masuknya unsur-unsur vegetarian ke dalam kehidupan sebagian kecil masyarakat kita oleh karena; (1) kesadaran akan kesehatan yang tinggi. (2) karena rasa welas-asih kepada mahluk-mahluk ciptaanNya. (3) karena terlanda kemiskinan,dsb. Apapun itu, unsur-unsur dan praktek-praktek vegetarian dan ahimsa (non-violence atau non kekerasan) ini adalah unsur-unsur vital dalam ajaran Dharma,yang makin mengglobal pada zaman ini baik dibelahan bumi Barat maupun di Asia

Sewaktu terjadi kekerasan pada umat berbagai agama di Monas,beberapa waktu yang lalu,maka reaksi-reaksi yang beraneka-ragampun muncul pada mereka-mereka yang menganiaya dan teraniaya ini. Pada prinsipnya mayoritas menolak segala bentuk kekerasan dan kezaliman antar umat, sesama umat,bahkan segala bentuk-bentuk premanisme baik di kampus-kampus di jalan-jalan bahkan di mana saja. Rakyat kita mulai bereaksi dan muak terhadap segala bentuk kekerasan,kemunafikan,kepalsuan,dst. Sebagian umat dari berbagai agama,kepercayaan lalu mulai berpaling ke yoga dan meditasi Mungkin anda ingin lebih tahu apa makna dan praktek-praktek yoga yang sebenarnya ini? Dibawah ini secara ringkas saya coba jelaskan:.

Pemahaman dan manfaat yoga

Kata yoga sendiri bermakna ilmu pengetahuan. Jadi sebenarnya yang harus difahami dulu adalah yoga yang sedang populer dan “boom”di Indonesia ini adalah Hatha Yoga (pengetahuan atau ajaran akan olah-tubuh), bahasa Inggrisnya adalah body exercise. Sedangkan meditasi yang menyertainya adalah bentuk pernafasan (pranayama) yang kebanyakan variatif khusus bagi kesehatan. Meditasi spiritual tidak begitu saja diajarkan oleh guru-guru spiritual karena bersifat tertutup dan tidak boleh untuk orang luar, dan terbatas pada murid-murid perguruan tertentu. Yoga-yoga yang berhubungan dengan pembangkitan Kundalini pada umumnya bohong belaka apalagi kalau tidak disertai dengan pola makan vegetarian dan upaya-upaya spiritual tertentu kalau betulpun sebagian besar bersifat siddhi (salah jalan).

Di Indonesia saat ini mereka-mereka yang tertarik kepada yoga pada umumnya terdiri dari orang-orang yang memang gemar pada kesehatan dan hal-hal yang bersifat spritual,namun lebih banyak lagi karena mengiginkan kesehatan dan kesembuhan yang lebih prima setelah gagal dalam menjalani perawatan maupun gagal dalam mengatasi gejolak-gejolak kehidupan seperti stress, dan lain sebagainya. Walaupun kehidupan mereka dapat disebut sukses dan mapan secara ekonomi. Ada baiknya selalu belajar yoga dari berbagai guru guru internasional maupun nasional, namun jauhi yang berbiaya mahal dan sok pamer kesaktian. Semua itu tidak berhubungan dengan yoga demi kesehatan yang sejati baik secara lahir maupun batin.Saat ini boom yoga membuat sementara orang latah ikut-ikutan yoga bahkan mengaku dirinya guru yoga karena tidak seperti di Eropah, USA,Australia dan Canada,disini tidak ada peraturan dan proteksi dari pemerintah maupun departemen kesehatan yang terkait

Jadi kalau sembrono yang didapatkan bukannya kesehatan tetapi malahan cedera tubuh apalagi kalau belajar sendiri tanpa tuntunan guru yang handal. Idealnya yoga sebaiknya dipelajari semenjak usia kanak-kanak atau remaja, apalagi cara pandang kaum cendekiawan sudah menyatakan yoga olah-tubuh ini baik bagi “mind, body,dan spirit”setiap individual. Dalam Bahasa Sansekerta kata yoga berasal dari kata Yuj (union,penyatuan). Sewaktu kita berlatih fisik dan mental secara seksama dan penuh disiplin maka lambat laun akan hadir rasa keseimbangan penyatuan dengan Sang Jiwa Yang Maha Agung,sebuah bentuk ilmu pengetahuan sederhana dan kuno namum efektif bagi manusia modern secara universal.

Referensi yoga paling tua menyatakan yoga telah hadir semenjak kurang lebih 3000 tahun lalu dengan belasan ribu gerakan (asanas) yang menjadi cikal bakal ilmu Kung Fu (di China) dan silat di Asia termasuk ajaran Zen, Karate, Aikido dst. Namun pada tahun 200 masehi oleh Patanjali yang dikenal sebagai bapak yoga telah digali kembali dan saat ini menjadi kebutuhan kesehatan yang amat diperlukan. Yoga adalah Dharma dalam pembentukan karakter dan kesehatan manusia era ini!

Ada ribuan aliran yoga saat ini, namun prinsipnya dasar-dasar yoga ada 8 tahap:

1. Yama        :  yaitu dilarang melakukan kekerasan (himsa), berbohong, mencuri, seks bebas, rakus,iri hati dsb
2. Niyama     :  dianjurkan menjaga kebersihan lahir batin,lingkungan,kesederhanaan,bersyukur selalu untuk apa adanya,rajin belajar dan setia pada pasangan hidup,guru,orang tua,negara, dst
3. Asana :   pelatihan atau posisi posisi hatha yoga menyeluruh yang meliputi gerakan-gerakan sambil berdiri,duduk,berbaring dan juga secara akrobatis demi menjaga otot-otot persendian, organ-organ bagian dalam dan luar tubuh.
4. Pranayama : pernafasan yang dilatih secara sistematis baik secara individual maupun berkelompok.
5. Pratihara  : memusatkan pikiran dan perhatian ke dalam diri, membatasi diri dari berbagai rangsangan-rangsangan duniawi yang mengikat dan negatif melalui berbagai panca indra kita.
6. Dharana    : memusatkan perhatian pada suatu haldalam kehidupan ini, 6-7-8 harus dibawah guru spritual yang handal dan non pamrih
7. Dhyana     : meditasi kearah ketenangan
8. Samadi      : pencerahan spritual akan hakekat diri  manusia itu sendiri dan hubungannya dengan Sang Pencipta.

  1. Manfaat yoga yang pasti adalah pembentukan postur tubuh yang sehat dan jauh dari kolesterol,toxin dsb.
  2. Tubuh akan tetap lentur sehingga otot-otot dapat bekerja secara maksimal dalam menyalurkan energi.
  3. Menguatkan tulang punggung, ini paling vital agar dapat menyanggah tubuh bagian atas dan bawah secara seimbang.
  4. Meredakan, juga mengurangi bahkan dalam berbagai kasus mengeliminasi berbagai penyakit kalau dilakukan secara konstan seumur hidup atau dalam jangka waktu tertentu.
  5. Memperlambat penuaan akibat tercapainya keseimbangan dalam pola makan, cara berpikir dan jauh dari unsur-unsur negatif duniawi, sehingga yang tercapai adalah jauh dari stress, lebih waspada, peka dan teliti pada tubuh dan jalan pikiran sendiri.
Pengendalian emosi dan pekerjaan sambil tubuh melepaskan hormon endorphin yang dapat mencetuskan rasa bahagia dan ketenangan,dsb.

Jenis-jenis yoga

Hatha - Yoga  - aktifitas olah tubuh berdasarkan  
latihan-latihan postur tubuh(asanas),teknik-teknik pernafasan (pranayama) dan meditasi
(dhyana) untuk keselarasan jiwa dan raga.

Raja - Yoga - yoga meditasi tingkat tinggi secara spritual yang hanya dapat dipelajari dari segelintir guru-guru yoga yang amat handal (non pamrih).

Bhakti - Yoga  - yaitu berpikir dan bertindak positif secara pro-aktif setiap saat dan pada setiap situasi.dengan arah bakti kepadaNya semata.

Jnana - Yoga - menggunakan dan menyalurkan berbagai bidang pengetahuan yang dimiliki seseorang bagi sesamanya. Selalu belajar hal-hal yang baru demi   diamalkan bagi umat manusia maupun kesejahteraan mahluk-mahluk dan
berbagai ciptaan-ciptaanNya.

Karma - Yoga - menghayati, memahami, dan melaksanakan setiap pelaksanaan jiwa raga  penuh tanggung-jawab agar terhindar dari hukum karma universal yang dapat menimpa kita setiap saat akibat perbuatan-perbuatan masa lalu dan sekarang.

Mantra - Yoga  - Japa mantra yang harus dipelajari secara positif tanpa pamrih dari guru yang juga secara spritual non-pamrih. Kalau dihayati secara salah akan menimbulkan kesesatan dalam bentuk kesaktian yang disalahgunakan (siddhi),dapat berakibat amat fatal bagi diri sendiri.

Tantra - Yoga - melancarkan aliran energi kosmis di dalam tubuh agar selaras dengan energi alam semesta (sebuah ilmu yang amat rumit dan mulai langka) dan sering disalah-fahami sebagai ritual-ritual seks bebas.
    
Ada beberapa aliran yoga saat ini yang dominan yaitu Kundalini - Yoga, Ashtangga Yoga, Bikram- Yoga, Jyengar Yoga, Ananda-Yoga, Vini-Yoga, Sivananda-Yoga dan ribuan yoga-yoga lainnya baik yang halus maupun bersifat senam dsb.

Namun tujuan tulisan ini adalah bagaimana memahami nilai-nilai dharma yang terkandung di dalam ajaran berbagai aliran-aliran yoga ini agar kita umat sedharma dapat memahaminya sebagai awal kehadiran Sang Dharma itu dalam”Jubah Yoga” yang mampu menerobos dan bermanfaat bagi masyarakat kita yang majemuk dan berlatar belakang aneka ragam ini. Ternyata  faham-faham yoga yang amat ahimsa dan penuh keselarasan diperlukan oleh masyarakat kita yang tersobek-sobek oleh carut-marutnya ekonomi, politik, kesehatan dan agama-agama yang saling bertikai ini, persis seperti ramalan Ronggowarsito Jayabaya itu.

Di era yang penuh kekalutan dan pemanasan global, maka yoga dan berbagai nilai-nilainya telah dan akan selalu menjadi dasar keseimbangan psikologis dan jiwa-raga kita semua, bahkan membuat umat-umat lain menciptakan yoga-yoga mereka sendiri berdasarkan ajaran yang adi-luhung leluhur kita. Mudah-mudahan selanjutnya, yoga yang  sudah merintis jalan Sang Dharma akan segera menghadirkan Dharma itu kembali secara utuh di Nusantara ini. Untuk itu diperlukan partisipasi kita semua! Om Shanti-Shanti-Shanti. Om Tat Sat